Make your own free website on Tripod.com

Edisi lain | Artikel Oktober 1997


Hukuman Yang Efektif

Dalam mendidik, seringkali kita menjumpai perilaku anak yang seharusnya tidak dilakukan atau perkataan yang tidak pantas diucapkan. Bila cara halus seperti menegur, menasehati, tidak berhasil mengubah perilaku anak yang salah, maka orangtua biasanya mengambil tindakan hukuman. Hukuman yang diberikan bervariasi mulai dari melarang anak sambil membelalakkan mata, mengurangi uang jajan sampai dengan mencubit atau memukul anak. Melalui hukuman, orangtua berharap anak akan jera mengerjakan perilaku yang buruk. Dan kemudian berperilaku sebagaimana yang diharapkan orangtua atau yang seharusnya anak lakukan demi kepentingan anak itu sendiri.

Para tahap awal menghukum, orang tua acapkali merasakan efek positif dari caranya itu. Anak tidak lagi mengerjakan hal yang buruk. Tetapi di hari-hari selanjutnya anak kembali nakal. Sekalipun orangtua telah memberikan hukuman yang lebih berat dari yang pertama kali diberikan, anak nampaknya tidak peduli dan terus mengerjakan perbuatan yang salah. Bila demikian, orangtuan menjadi „kewalahan", atau bahkan merasa agak frustrasi.

Pengertian Hukuman

Hukuman adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan anak. Hukuman mengajarkan kepada anak tentang apa yang tidak boleh dilakukan, bukan apa yang harus dilakukan di masa berikutnya.

Fungsi Hukuman

Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:

Prinsip-Prinsip Menghukum

Agar hukuman yang diberikan efektif, ada beberapa prinsip yang perlu kita pegang, diantaranya adalah :

Bintang Kecil Wulansari (Psikolog)