Make your own free website on Tripod.com

Perhiasan Wanita

Perhiasan selalu dikaitkan dengan wanita. Bahkan sudah menjadi sifat wanita menyukai perhiasan dan berhias. Wanita rela menghabiskan sekian banyak uang dan waktu untuk  masalah satu ini dan karena masalah perhiasan dan berhias ini pun wanita bisa frustasi berat.  Islam tidak melarang wanita untuk berhias, bahkan sangat dianjurkan, yaitu ketika dia berada dihadapan suaminya.

Berhias menjadi suatu larangan  (dosa besar) apabila dimaksudkan untuk menunjukan/memamerkan  kecantikannya terhadap laki-laki yang bukan muhrimnya, karena akan mengakibatkan rusaknya moral dan perilaku masyarakat Islam.

Perhiasan yang diperboleh kan bagi wanita antara lain minyak wangi demi kemesraan suami, emas dan sutera tapi tidak untuk tujuan menyombongkan diri.

Dari Abu Musa ra, bahwa Nabi SAW bersabda: Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku dan diharamkan atas kaum lelaki." (H.R: Abu Daud, An-Nasa'I & At-Tarmidzi).

Adapun bentuk  berhias yang dilarang dalam Islam ialah:
1.  Menggunakan perhiasan dengan tujuan untuk menarik perhatian dan berbangga.
2.  Memakai  parfum yang menyengat ketika keluar rumah (An-nisaa- edisi Oktober 1997)
3.  Berdandan ketika keluar rumah, mencukur alis mata, menyambung rambut dan mentato anggota tubuh.
4.  Membuka aurat dihadapan bukan muhrimnya.(An-Nisaa-edisi Mei 1997).

Sesungguhnya perhiasan yang paling indah bagi muslimah adalah ahlaq Islami.

Sumber: Fiqih wanita karya Ibrahim Muhammad Al-Jamal dan majalah Ummi edisi IX/97.